Ramadan Kontemporer

rabads

ramadan ialah sirup marjan yang gencar diiklankan
kain sarung yang laris di pasaran
dan promag yang ditawarkan
sebagai obat kuat penahan lapar
dan suplemen penunda kematian

ramadan ialah konversi iman ke dalam penampilan
festival religiusitas di panggung hiburan
dan pertaruhan ayat tuhan lewat lomba dan kompetisi saling mengalahkan

ramadan ialah pameran kesucian
perputaran ekonomi di dalam roda ketuhanan
pemerataan rezeki kepada yang berkepentingan
dan investigasi ruang pribadi sebagai tontonan menjelang buka

ramadan ialah jalan sunyi yang ditutupi asap industri
menahan diri dari kepungan mesin produksi
menyalakan api di atas luapan akumulasi nilai lebih
menjadi buih di tengah gelombang bunuh diri
dan menjemput mati di dalam zaman yang bergerak tanpa kaki

dan materialisme menjelma surgawi
dan pahala sebagai yang paling ilahi
ramadan menjadi ruang vip
ruang di mana orang-orang menjadi barang-barang
dan barang ditransaksikan menjadi kebaikan
sebagai jalan menuju kemuliaan.

Balikpapan, 2017