Gambaran Lelaki Sejati

Seorang lelaki sejati jika melihat setiap anak kecil langsung mengingat anaknya, tapi jika melihat wanita muda pasti lupa pada istrinya. Tapi lelaki sejati selalu menolak tunduk pada naluri selingkuh yang kuat bergolak dalam dirinya. Bukan karena sayang, cinta, atau kesetiaan pada istrinya tetapi karena ia sudah khatam atas segala ilusi seksual. Baginya, jiwa buana, cita-cita, dan misi hidupnya jauh lebih besar ketimbang persoalan pelukan, ciuman, dan erangan. Maka sebisa mungkin ia (resisten) menolak tunduk pada godaan yang demikian.

Lelaki sejati jika menyeduh kopi selalu tanpa gula sebab pada kopi-lah ia belajar menikmati kepahitan hidup. Dan kalau ngopi, ia tak mau dijajah oleh merk, tempat, atau asal daerah/negara kopi itu dibuat. Prinsipnya: lebih baik ngopi seadanya di warung kopi daripada di kafe-kafe mahal jika hanya untuk menunjukkan gengsi dan kelas sosial.

Lelaki sejati menenggak bir bukan karena gaya-gayaan apalagi sok-sokan, tapi karena ia sadar: tanpa “bir”, “takbir” tinggallah “tak”. Selain itu, dengan bir-lah bibir tercipta; ialah asal muasal kecupan dan pelukan: awal keberlangsungan sebuah peradaban.

Lelaki sejati kalau sembahyang bukan karena dasar ketakutan atas dosa dan neraka atau karena ingin masuk sorga. Tapi semata-mata karena dan untuk Tuhannya. Karena mengharapkan ridhonya dan sekaligus bersyukur atas segala rahmatNya.

Lelaki sejati, sebagaimana yang dikatakan para sufi, ialah mereka yang membenarkan ucapannya dengan tindakan, bukan yang membenarkan tindakannya dengan ucapan.

Lelaki sejati kalau berhubungan intim bukan dengan jajan tetapi karena atas dasar suka-sama-suka, mau-sama-mau. Karena lelaki sejati mencintai keindahan. Dan karena kehidupan itu proses penghayatan, penuh perasaan, dan sangat berirama maka ia menolak prinsip “yang penting colok”. Sebab kalau cuma “yang penting colok”, lantas apa bedanya lelaki dengan chargeran?

Lelaki sejati tidak mau ikut-ikutan sesat dengan memaknai kata kemaluan sebagai kelamin. Bagi lelaki sejati, kemaluan berarti rasa/sifat malu sebagaimana rasa/sifat manusia pada kata kemanusiaan, rasa/sifat mau pada kemauan, dan lain sebagainya. Lelaki sejati konsisten pada logika ejaan kata sebagaimana ia komitmen pada satu cinta. Kelamin adalah kelamin, bisa diganti dengan kontol atau penis sesuai kosakata yang tersedia dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

Lelaki sejati boleh menjadi apa saja, asalkan apa saja tidak menjadinya. Dalam artian, segala yang masuk padanya, baik informasi, pengetahuan, makanan, atau apa saja tidak lantas langsung mengubahnya dari sesuatu menjadi sesuatu yang lain. Lelaki sejati di dalam dirinya ada semacam saringan; ialah pikiran, naluri, dan nurani yang membuat dirinya tetap menjadi dirinya dan bukan menjadi orang lain.

Lelaki sejati seperti sajak Sapardi Djoko Damono, jika mencintai angin harus menjadi siut, jika mencintai air harus menjadi ricik, jika mencintai gunung harus menjadi terjal, jika mencintai api harus menjadi jilat, jika mencintai cakrawala harus menebas jarak, dan jika mencintaimu harus menjelma aku. Lelaki sejati itu mencintai, bukan berharap, menginginkan, apalagi memaksakan orang lain untuk mencintainya sebagaimana jawaban Dominic Toretto (Vin Diesel) saat ditanya oleh Letty (Michelle Rodriguez)–yang sebelumnya hilang ingatan–kenapa ia selama ini tidak mengatakan kepadanya bahwa mereka sudah menikah? Dominic berkata, “Aku bisa mencintaimu. Tapi aku tak bisa memaksamu mencintaiku.” (Furious 7 , 2015). Dicintai saja tidak boleh ada paksaan, apalagi dikasihi dan dikasihani?

Begitulah lelaki sejati, gentleman, maskulin, dan selalu tampak gagah. Tapi lelaki sejati seperti yang digambarkan ini baru sekadar gambaran saja, mustahil dijumpai di kehidupan nyata. Dan kalaupun ada di kehidupan nyata sekalipun maka yang pantas bersanding dengannya hanyalah seorang wanita sejati jua.

Pertanyaannya kemudian: seperti apa gambaran wanita sejati itu? Silakan gambarkan sendiri sosok dan kriteria wanita sejati itu sesuai dengan iman dan kepercayaan kita masing-masing. Berdoa, mulai….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s