Yang Mengerikan dari Kesendirian

Yang paling mengerikan dari kesendirian adalah hilangnya pikiran dan perasaan yang bisa untuk dituliskan. Kehilangan pikiran adalah kebodohan. Sedangkan kehilangan perasaan adalah kejahatan. Kalau sampai itu terjadi, neraka tak perlu diputuskan setelah mati. Bahkan mati pun tak perlu menunggu mati.

Tanpa pikiran dan perasaan, hidup adalah mati. Sebab kematian, seperti kata Haruki Murakami, bukanlah lawan dari kehidupan, melainkan bagian dari kehidupan. Bahwa tak semua yang hidup itu benar-benar hidup. Bahwa di dalam hidup itu terdapat berlapis-lapis kematian. Bisa kematian akal, nurani, bisa kematian kebersamaan, kepedulian, kasih sayang dan sebagainya, dan seterusnya. Bisa saja kita hidup secara badaniyah, tapi mati secara ilahiyah. Perasaan kita tak ada, pikiran kita entah ke mana. Segalanya hampa.

Yang paling mengerikan dari kesendirian adalah mendalamnya kehampaan. Hampa segalanya: hampa pikiran, hampa perasaan, hampa tujuan, hampa kemauan, hampa kerinduan, hampa cinta, hampa segala hampa.

Kata-kata telah menguap ke udara. Segala yang menggenang hanya kenang. Segala yang terngiang hanya kesedihan. Di dalam kesendirian, yang terdengar hanyalah bunyi di dalam sunyi. Sungai-sungai mengalir membentuk anak-anaknya. Merantau dan berpetualang ke lautan. Melebur ke dalam samudera. Menjadi airmata yang turun dari langit. Menjadi cakrawala yang tak pernah merasa sempit. Melampaui manusia yang tak merasa dihimpit.

Mulanya, rumah dibuat untuk perlindungan diri, bukan untuk membuat manusia menjadi sendiri-sendiri. Rumah dibuat sebagai penegas ruang privasi, tapi bukan untuk memutus rantai sosialisasi. Rumah adalah cerminan keberagaman, bukan untuk saling menunjukkan keunggulan yang cenderung mempertajam perbedaan. Sebab yang menjadi tujuan hidup manusia bukanlah membangun rumah, melainkan untuk apa, menjadi apa, dan akan bagaimana setelah rumah dibangun.

Yang paling mengerikan dari kesendirian adalah kengawuran yang datang perlahan-lahan dan kegilaan yang timbul pelan-pelan. Seperti tulisan ini, saya bahkan tak mengerti apa yang sebenarnya saya maksudkan. Saya serahkan sepenuhnya kepada setiap yang membaca untuk mengartikan. Saya hanya ingin memejamkan mata sebentar, menyatu dalam “Speak Softly Love” Andy Williams.

Batang Kuis, Deli Serdang, 8 Desember 2016

Advertisements

2 thoughts on “Yang Mengerikan dari Kesendirian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s