Presiden Anjing

(Ini karya tulisan yang dibuat oleh salah satu teman Facebook saya, Jevindra. Saya terbitkan kembali dalam blog ini karena sampai saat ini saya masih suka.)


“Presiden kita sekarang itu anjing!”
teriak penjual nasi kucing
di trotoar
tak satu pun tukang becak dan orang-orang yang mendengar berani bergeming.

“Ya! Hanya koar-koar kerja-kerja-kerja,” sahut suaminya, “tapi gila, membuat semua [barang] naik harga.”
Tukang becak hanya bisa menghela napasnya
Aku yang terdiam seribu bahasa
–tanpa sadar kemudian ikut bersuara–

“Ya! Memang presiden kita sekarang itu anjing!”


***

Malam hari:

Dalam lelap aku bermimpi
Tukang-tukang becak mendatangiku dengan wajah pasi
Tiba-tiba menjelma sekawanan anjing
Memandangku dengan julur lidah dan menyeringai

“Apa yang kaukatakan siang tadi?”
tanya salah satu anjing
“Presiden kita yang sekarang itu anjing!”
jawabku

“Bangsat! Kurang ajar kau!”
“Memangnya kenapa?”
“Jangan samakan kami dengan presiden itu, kami anjing.”

dengan tatapan sinis mereka berlalu meninggalkanku dalam perasaanku yang kelu.

Bandung, 221214

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s