Sajak yang Berdarah

Death-of-the-Poet-by-Cory-Michael-Skaaren

yang memandangmu dalam cermin bukan kamu
tapi aku yang menjelma dalam rupamu
rupa duka yang berdarah
di trotoar lampu merah jalanan ibukota

melati, mawar, melur, kamboja
aku yang dikubur tanpa menunggu mati
tujuh delapan enam dikerangkeng waktu
oleh bisingnya kota dan pekatnya asap knalpot
yang menyuburkan pemberontakan
dan menjalarkan debu-debu kegelisahan

kita bunga yang darah tergenang di pucuknya
yang cermin apapun tak bisa memantulkan bayangannya
hanya cinta yang membuat kita ada
meski sebenarnya tiada

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s