Sekapur Sirih Anarkisme

anarkisme2

Anarkisme adalah paham yang menolak hierarki–anarki, anti-hierarki; anarkisme adalah gerakan pembebasan manusia dari ketidak-manusiannya. Ringkas Alexander Berkman: “Anarkisme berarti bahwa kau harus bebas. Bahwa tidak ada seorangpun boleh memperbudakmu atau merampokmu.”

Anarkisme menolak eksistensi negara sebab pada kenyataannya negara dan perangkat-perangkat aturannya hanyalah alat penindasan. Buktinya? Lihat sendiri negaramu (Indonesia) hari ini–berapa dan betapa banyak aturan (regulasi) dan kebijakan (policy) yang tidak pro terhadap rakyatnya!

Menurut Bakunin: esensi dari sebuah pemerintahan adalah tirani minoritas, maka dari itu pemerintahan–yakni representasi dari negara harus ditiadakan.

Kalau kerusuhan, amuk-amukan, tawuran, kekacauan yang terjadi hari ini disebut sebagai tindakan anarki(s), anarkisme, maka itu keliru besar. Anarkisme bukan tentang itu! Anarkisme menekankan kepada kemerdekaan manusia secara kuantitatif maupun kualitatif. Anarkisme bukanlah vandalisme yang amuk-amukan, kerusuhan, tawuran, dsb, dst …. Sekali lagi, anarkisme bukan tentang itu semua.

Anarkisme adalah gerakan yang menjadikan akal sehat dan nurani sebagai panglima tertinggi dalam daulat manusia; bahwa setiap manusia memunyai hak yang sama untuk merdeka; bahwa setiap manusia berhak untuk hidup dan bahagia, dan itu tidak boleh direnggut–apalagi dipasung oleh negara dan aparatur-aparaturnya.

Mengutuk anarkisme adalah kebodohan, sebab sesunguhnya anarkisme merupakan paham yang sangat mulia; ia ingin membebaskan manusia dari kepungan agenda kebohongan yang dilancarkan negara–bahwa negara tidak lebih dari sekadar praktik buruh dan bos atau majikan dan jongos.

Maka, mari kita susun dunia baru tanpa hierarki di dalamnya; dunia yang di dalamnya tercipta kesetaraan, kebebasan, dan kemerdekaan. Membangun anarkisme yang tanpa “exploitation de l’homme par l’homme”, seperti yang dikatakan Bung Karno, atau yang tiada perbudakan di dalamnya, “Sebab perbudakan adalah pembunuhan,” kata Proudhon.

Ingatlah selalu bahwa nasib hidup manusia terletak di tangan manusia itu sendiri, bukan di negara maupun pemerintahan. Bekerja, berusaha, dan berubah! Merdeka!

Wallahu a’lam bisshawab ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s