Urusan yang Diserahkan Kepada Orang yang Bukan Ahlinya

jangan-sala-miliih-pemimpin
Gurindam V
Jika hendak mengenai orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa.
Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia.
Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia.
Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu.
Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal.
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai.
(Raja Ali Haji, Gurindam Dua Belas)

Di Indonesia, mucul kritik keras oleh masyarakat terhadap Presiden-nya yang dinilai melanggar janji kampanye dan menghianati rakyat.

Saya menjawab: Ya, kalau pengurus negara berlatar belakang pedagang-pengusaha sudah pasti kacau-balau. Loh, bukan asal ngomong yah … 400 tahun SM Sang Filsuf Plato sudah mengklasifikasinya toh dalam teori negara ideal, bahwa: Para filusuflah (filsuf–raja/the philosopher king) yang paling layak memerintah sebuah negara karena mereka memiliki virtue serta mendasarkan seluruh hidupnya pada kebaikan lewat tuntunan kebajikan atau pengetahuan yang mereka punya. Mereka, para filsuf-raja adalah orang yang paling mengerti penyakit dalam masyarakat, menganalisa dan mencari pemecahan serta pengobatannya.

Plato membagi struktur kelas atau lapisan sosial kepada 3 kelas:

Pertama, kelas Penguasa, keistemawaan mereka adalah hikmah yang mereka miliki. Hikmah merupakan pengetahuan yang paling tinggi, yaitu pengetahuan mengatur sebuah negara, dan mampu membimbing kepada kebajikan yang mutlak. Kelas ini merupakan kelas yang tertinggi, kelas ini hanya mampu diisi oleh seorang filosof (Filsuf-Raja).

Kedua, Golongan militer, keutamaan yang mereka miliki, adalah jiwa kesatria yang terpatri dalam jiwa mereka. Mereka memiliki jiwa yang tegar, pengalaman yang luas, pandangan yang panjang, dan kekuatan fisik yang mendukung. Kalangan ini bertugas untuk melindungi negara dan membela serta melawan musuh yang merusak kestabilan sebuah negara.

Ketiga, Kelas umum, tercermin pada golongan pengusaha, pedagang, petani, dan segala bentuk profesi lainnya. Mereka adalah yang menangani komoditi dan perekonomian sebuah negara, produksi dan ekspor negara. Jiwa mereka terpancar nilai kesucian dan keinginan material.

“Jika suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (Bukhari – 6015)

Cukup sampai sini, maka kita akan tahu, di bagian mana seharusnya Presiden Indonesia ke-7 berada. Bukan di struktur kelas yang pertama, juga bukan di–yang kedua, tetapi … ah sudahlah ….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s