Songsong Anarkisme

1db0a25e2fdc641107d0a3edb15ba4d3

Jika kau resah-gelisah karena harga BBM dinaikkan, itu salahmu sendiri kenapa masih saja kau gantungkan nasibmu pada negara?

Sudah jelas negara hanya bisa membuat angkara, atas nama bangsa rakyat dimangsa. Lalu … masih saja kita mengharapkan perubahan hidup yang lebih baik oleh Presiden dan Pemerintahannya? Stop!

Anarkisme–akan saya katakan lagi–bukanlah gerakan amuk-amukan yang berakhir ricuh dan rusuh, tetapi anarkisme adalah gerakan pembebasan manusia–secara kualitatif dari kerangkeng kekuasaan yang menindas menuju kemerdekaan hidup yang berdasar atas kemanusiaan.

Anarkisme bukan brutalisme, tidak sama dengan vandalisme. Jelas beda. Anarkisme adalah pinta nurani yang merindukan hidup bebas dan merdeka dari belenggu nafsu angkara sebuah negara.

Negara hanya-lah representasi kekuasaan, maka di dalamnya bukan kedaulatan rakyat yang diperjuangkan, melainkan status-quo yang diperebutkan.

Mari kita songsong anarkisme dengan tidak lagi meletakkan nasib hidup kita pada negara, pemerintah, dan seluruh aparatur negara. Keliru jika ini disebut primitivisme. Tidak. Kehidupan komunal-primitif bukan kita jadikan sebagai tujuan hidup sebuah peradaban diarahkan, tetapi dijadikan sebagai refleksi kehidupan agar hari ini dan esok, kita mampu menciptakan sebuah peradaban yang di dalamnya kesejahteraan, kemakmuran, kebersamaan, dan kesetaraan terwujud.

Akhir kata, akan saya akhiri tulisan ini dengan sebuah sajak dari Widji Thukul:

Sukmaku Merdeka

sukmaku merdeka
tidak tergantung kepada Departemen Tenaga Kerja
semakin hari semakin nyata nasib di tanganku
tidak diubah oleh siapa pun
tidak juga akan diubah oleh Tuhan pemilik sorga
apakah itu menyakitkan? entahlah.
aku tak menyumpahi rahim ibuku lagi
sebab pasti malam tidak akan berubah menjadi pagi
tiba-tiba begitu saja hanya dengan memaki-maki ‘taupun
dengan mengelu-elu matahari yang tidak datang-datang

waktu yang diisi keluh kesah akan berisi keluh
waktu yang berkeringat karena kerja akan melahirkan
serdadu-serdadu kebijaksanaan
biar perang meletus kapan saja
itu bukan apa-apa
masalah nomor satu adalah hari ini
jangan mati sebelum dimampus takdir

sebelum malam mengucap selamat malam
sebelum kubur mengucap selamat datang
aku mengucap selamat pagi kepada hidup yang jelata
M E R D E K A !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s