Kemerdekaan yang Merdeka

Freedom_by_HNDE

Kata-kata yang tak menggetarkan tak layak dikatakan. Gagasan, jika tak menghasilkan pemberontakan maka tak pantas disebut gagasan. Dan kemerdekaan, apabila masih menyisakan dan menampung kemiskinan maka kemerdekaan belum mencapai kemerdekaannya.

Kemerdekaan saja butuh dimerdekakan, apalagi manusia?

Manusia pada dasarnya hidup untuk merdeka. Merdeka dalam arti bebas menentukan sendiri nasib hidupnya, merdeka untuk mengangkat derajat kemanusiaannya, dan merdeka dalam menentukan jalan dan tujuan hidupnya.

Kemerdekaan itu tentang hidup orang-perorang, bukan lembaga, instansi, atau negara. Kemerdekaan adalah dialektika-historis seseorang. Tetapi berdasarkan kekeliruan pengetahuan yang tidak disadari hari ini, kemerdekaan direduksi sebagai predikat bagi satu bangsa atau negara. Padahal tidak seperti itu, kemerdekaan itu berbicara lebih kepada aspek populatif dan kualitatif, bukan representasi yang dengan mudah bisa dimanipulasi.

Jika sebuah negara menyatakan dirinya merdeka, maka itu harus dibuktikan dengan kondisi warganegaranya. Apabila yang dijumpai adalah bahwa warganegaranya benar-benar hidup sejahtera dan makmur maka benar-lah jika negaranya menyatakan diri merdeka. Tetapi apabila antara negara dan warganegara tak terjadi kesesuaian nasib merdeka maka argumentasi “negara merdeka” yang dikatakan oleh si negara tadi gugur secara faktual.

Di Indonesia, negaranya oleh para penguasa dikatakan telah merdeka, namun pada kenyataannya, masih banyak warganegaranya hidup susah dan berlinang duka. Dengan kata lain, pernyataan kemerdekaan oleh penguasa di Indonesia tidak sesuai dengan kondisi obyektif warganegaranya.

Dalam pandangan konstitusionalisme, alasan dibentuknya negara adalah untuk memenuhi tiga hal, yaitu menjaga hak untuk hidup, hak atas kemerdekaan, dan hak atas kesejahteraan. Apabila satu saja dari tiga hal tersebut tidak dipenuhi maka negara dikatakan mengalami kecacatan. Negara gugur secara prinsip.

“Lebih baik dibom atom daripada merdeka kurang dari seratus persen!” -Jenderal Soedirman.

Apakah hari ini Indonesia benar-benar merdeka? Tidak! Silakan buka semua-mata dan mata-semua, kita di hampir semua aspek kehidupan mengalami penjajahan. Kekayaan alam kita dikuasai bangsa asing, sumber informasi dan pengetahuan yang kita konsumsi adalah hasil impor mentah-mentah dari barat, isi kepala kita adalah konstruksi budaya luar yang non-indonesiawi, dan hukum beserta perangkat aturan-aturannya yang kita terapkan saat ini adalah bikinan bangsa penjajah. Jelas. Itu fakta hari ini.

Pertanyaannya kemudian: lantas apa yang kita harapkan dari pemerintahan Indonesia saat ini? Tidak ada! Tidak ada yang pantas diharapkan dari pemerintahan baru. De facto sejak moment pemilihan umum dimulai,  praktik politik yang ditunjukan politisi adalah pentas perebutan kekuasaan. Bukan fastabiqul khairat atau perlombaan untuk kebaikan, melainkan ajang penimbunan kemudharatan atau keburukan.

Di tanah yang tandus, mustahil tumbuh pohon yang subur. Mekanisme pemilihan pemimpin yang keliru hanya akan menghasilkan pemimpin yang keliru pula. Di tengah kegersangan bumi ibu pertiwi, hujan dan kesegaran hanya ada pada diri setiap orang yang rindu pada perubahan. Perubahan ada di tangan setiap manusia, bukan pada satu-dua orang yang menamakan dirinya presiden.

Kesadaran adalah embrio perubahan, dan kemanusiaan adalah jalannya. Bermanusia adalah berkemanusiaan, dan jalannya kemanusiaan adalah tertuju pada usaha perbaikan kualitas kehidupan. Jika kemanusiaan tak melahirkan usaha perbaikan maka itu bukan kemanusiaan, melainkan kesia-siaan.

Merdeka itu hak setiap manusia, bukan klaim kosong oleh negara atas nama negara. Jika negara berkata merdeka namun di dalamnya warganegara tidak aman hidupnya, tidak merdeka, dan jauh dari kesejahteraan, maka di saat itu pula negara sedang berbohong. Tugas kita adalah menyadarkan negara dengan cinta dan perlawanan. Meski harus dengan moncong senapan. Yang penting tujuannya adalah perubahan. Perbaikan!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s