Tentang Uang: Pesan Seorang Istri Kepada Suaminya

nude--621x414

 

Suamiku …

Bekerjalah … carilah duit sebanyak-banyaknya—agar kebutuhan hidup kita terpenuhi, dan segala keinginan yang mengganggu tidur malamku terobati.

Suamiku …

Saya mau ketika kau pulang … kau membawa banyak uang—agar hatiku senang dan riang. Tahukah kau … di saat kau bekerja, saya selalu mendoakan agar kau mendapat banyak uang … dan itu akan kau bawa ketika pulang. Namun apabila doaku tadi tak terwujudkan maka yang akan menyambutmu pulang bukanlah senyum dan kebahagiaan, melainkan keluhan, umpatan, hingga cacian.

Suamiku …

Saya tidak mau hidup susah—saya harap kau siap melakukan apa saja demi menyenangkan hatiku, hati kami: istri dan anakmu—tentu dengan gelimang harta dan kekayaan. Itu yang saya impikan—yang kami impikan.

Suamiku …

Saya tahu kau bosan dengan semua oceh dan keluhku … saya pun tahu kau bosan dengan dagingku … tak apa, kau boleh berselingkuh dengan siapa saja. Kalau kau ingin meniduri wanita lain, silakan. Saya izinkan, asal … asalkan aku diberi banyak uang. Kalau aku kau beri uang, kau aku bebaskan terbang ….

Suamiku …

Berhentilah berpuisi! Sebab puisi tak membuat perut yang kosong menjadi terisi; puisi hanya ilusi dan pelengkap sakit hati.

Suamiku …

Sini kasih aku duit—sebab kau kusebut suami jika aku kau kasih duit … ya bersabdalah: “Aku berduit maka aku ada.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s