Berpuisilah Bayi

Jika setiap hari masih banyak bayi yang lahir,
Itu tandanya kehidupan belum berakhir,
Dan jika kata pemberontakan mulai lahir dari mulut para penyair,
Itu pertanda revolusi harus mengalir….

Tangis bayi adalah pemecah gundah,
Suaranya adalah sajak kehidupan,
Di dalamnya tersimpan gejolak untuk berubah,
Apabila setiap tanya dan bahasa dicegah untuk keluar,
Maka, hasrat pemberontakan tinggal menunggu waktunya.

Perubahan itu hukum kehidupan,
Untuk hidup, setiap bayi butuh kekebalan,
Dan bagi para penyair, kekebalan diawali dengan kejujuran,
“Berpuislah!” kata penyair,
“Sebab, kejujuran ada dalam puisi,
Bukan di televisi,
Apalagi dari mulut bau para politisi.”

Berpuisilah!

Cimanggis, 18 Oktober 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s