Kekasih Malam

Kekasih, ingatkah kau ketika pertama kali kulihat bumi dalam kegelapan?

Di saat ombak berpadu mesra dengan batu karang di semenanjung pantai,

Di saat ular mencengkram mangsa dan gurita melepas tinta,

Itulah cinta…

Kekasih, jangan kau panggil aku uang, sebab duniaku adalah jalan,

Di kala terompet sangkakala merindu masa dan zaman mendamba langsa,

itulah kisah…

Kekasih, ingatkan aku untuk sujud terhadap maslahat sebab kiamat adalah dongeng keramat apabila tak mampu diinterpretasi dengan baik oleh manusia yang tak punya hikmat…

Cinta, gambarkan senja di ufuk timur agar aku bisa melihat di mana kemustahilan itu berada?

Di saat kita sudah bosan mempertanyakan eksistensi dari pada Eksistensi, dan sajak daripada Sajak, sehingga puisi dan keonaran adalah jalan menuju peradaban….

Mari Sayang kita tunduk, sembah, dan sujud terhadap berhala tua peninggalan bodhisatva, agar pulas tidur kita mampu mengeramkan paha iblis yang setia menopang dosa sejati kefanaan,

Dan jilid adalah sepenggal cerita di saat kata tak membendung awan,

Dan bait adalah pemberontakan hati terhadap sakit,

Dan tinta adalah manifestasi filsafat Kebenaran goresan jiwa,

Menggores jiwa….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s