Demokrasi Was-wasil

Darter, Snake-Bird, Bird, Waterbird, Perched, Wetland

Demokrasi sistem voting tidak ada kaitannya dengan kedaulatan rakyat!

Hei rakyat, buruh, pemuda hingga janda muda, sadarlah bahwa tak ada hubungan antara pemilu dengan melibatkan rakyat dalam kotak suara dengan kedaulatanmu sebagai manusia sosial. Bahwa suaramu (suara rakyat) diperlukan oleh calon bupati/walikota, gubernur, sampai presiden sekalipun adalah bukan untuk memperjuangkan nasibmu dalam pemerintahannya melainkan hanya untuk menjadikanmu sebagai objek pelenggang menuju kekuasaan. Dengan kata lain, rakyat jangan terlalu geer dan pede karena dilibatkan dalam moment pemilihan umum (pilkada, pilkadal, pilkabe dll), kalian dibutuhkan agar suara dan kepalamu dibeli, dan bukan untuk dijadikan sebagai instrumen perjuangan menuju kedaulatan sejati.

“Metode pemilihan pemimpin dengan suara terbanyak adalah cacat.” -Aristoteles

Ada oknum-oknum licik yang menentang proses pemilihan kepala daerah oleh dprd dengan alasan tidak demokratis, tidak melibatkan rakyat. Pertanyaannya kemudian, apa pentingnya suara rakyat bagi kalian calon kepala daerah?

Bukankah sejarah indonesia telah membuktikan semakin ke sini sistem voting dengan penentuan suara terbanyak hanya berujung pada konflik horizontal dan malah semakin memperuncing relasi antar warga-negara disusul kemudian antar-agama, suku, ras, dan golongan-golongan tertentu?

Sudahlah rakyat, buruh, dan pemuda desa-kota, jangan mau dibeli kepalamu. “Kalau mau hidup harus makan, kalau mau makan harus kerja, kalau tidak kerja maka tidak makan, kalau tidak makan pasti mati. Itulah undang-undangnya dunia, itulah undang-undangnya hidup, semua makhluk akan tunduk pada undang-undang itu. Dan janganlah kamu menengadah tangan kecuali hanya kepada Allah SWT.” (Kutipan pidato pembebasan irian barat, Bung Karno)

Masih banyak cara lain untuk menyambung hidup, isi kepalamu terlalu mahal untuk dijadikan alat politik oleh oknum-oknum licik yang sesunguhnya tak ada sedikitpun penderitaan rakyat di hati mereka, sebab di hati mereka hanyalah kekuasaan dan jalan menuju kekuasaan dengan menjadikan kepala rakyat sebagai tangganya.

“Kebahagian dari setiap negara lebih bergantung pada watak penduduknya daripada bentuk pemerintahannya.” -Thomas Chandler Haliburton

Akhir kata, pilihlah dirimu sebelum kau memilih orang yang akan memimpinmu, dunia baru dimulai ketika setiap orang telah mengenal dirinya sendiri, maka bersabdalah Socrates 400 SM : kenali dirimu!

Wassalam…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s