Sepatah Latah

Sadar Tapi Sebenarnya Tak Sadar

“Kenyataan hanyalah kefanaan yang tak disadari.”

Denis Malhotra

Ketika egosentris dan cinta bersenyawa dalam tubuh tanpa rasionalitas maka pernyataan yang terdengar dari masing-masing kelompok dan tiap-tiap orang adalah “Kamilah yang menang, kalian kalah… Akulah yang benar, kamu salah….”

Kalau sudah begitu maka jangan kau tanya mana yang benar mana yang salah, mana menang mana kalah sebab itu bukanlah kebenaran. Kebenaran tak se-egois dan se-non-bijaksana itu. Mungkin itu (hanya) informasi atau opini sesat tanpa landasan obyektif-rasionalitatif. dan jika itu hanya sebatas informasi-opini-mainstream publik maka itu bukanlah kebenaran, ia (informasi) harus diolah menjadi kearifan setelah didapat pola hubungannya terlebih dahulu–tanpa mengabaikan prinsip dasar sistem.

“Tak ada fakta, tak ada fakta! yang ada hanya interpretasi!” begitulah kata Nietzsche. Ya, dunia post-modern, dunia tanpa fakta, subyektifitas menjadi panglima kekitaan, virtualitas mengungguli realitas, dan dunia hari ini hanyalah iklan sabun dan pembalut yang ditayangkan milyaran kali di televisi.

Maka jangan kau katakan duniamu nyata sebab kita juga saat ini bagian dari iklan yang ditonton oleh sesuatu. Ya, bisa saja saat ini kita sedang berada di televisi dan ditonton oleh sesuatu yang bukan kita. Dan dengan santai ia berkata, “Hmm … manusia-manusia itu menganggap dunianya nyata, padahal tidak, nyatanya manusia adalah fana jua.”


“Hati-hati! yang di cermin kadang lebih dekat dari yang tampak!”

-Jean Baudrillard 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s